Pulang ke Titik Nol dan Puisi Lainnya | Amanda Amalia Putri

Pulang ke Titik Nol  

Di dekat mata pengamat garis cakrawala berada di bawah pengawasan 
Arah langkah memaknai kata pulang 
Tetesan embun yang tertinggal di atas daun-daun hijau
 
Memasuki ritme pengulangan  
Bunga abadi berganti menjadi sebutir pasir
Ratu dansa menutupi semua kesedihan dengan bernyanyi di malam sunyi bergema 
 
Melayangkan pandangan di bawah sinar bulan purnama 
Menyalakan api unggun di tengah hujan badai 
Pesta kembang api telah usai disini 

Lupa Cara Bernapas 

Pikiran menari-nari teringat pesan siaran tadi malam 
Lalu apa yang bisa diperbuat?
Selain menangis dan menunggu pagi yang mengaktifkan siklus kecemasan 
Uang sering hilang secara misterius 
Ternyata oh ternyata makan sampai habis di warung tenda
 
Lupa membaca doa saat membuka dompet
Huruf-hurufnya saling berdempetan 
Rapat melekat, amburadul total 
Sebenarnya hidup itu harus dibuat santai
Tidak perlu bertingkah aneh-aneh
Hidup apa adanya tanpa mengejar kemegahan duniawi

Baca juga beragam karya sastra di rubrik TETES EMBUN

Pergi Tanpa Izin

Menelan racun tikus demi menghindari hambatan kejiwaan
Membaca rangkaian gerak tubuh sebelum ditiadakan
Cairan jernih tidak berwarna memenuhi mangkuk plastik 
Menggoreskan benda runcing pada besi berkarat 
 
Jerit tangis di bawah bayang-bayang sang maniak
Tertangkap dalam dekapan yang menyisakan trauma
Meski bersembunyi di tempat aman pasti akan ketahuan juga 
Sungguh malang nasibku harus bergantung padanya

Baca juga beragam karya Amanda Amalia Putri
 
Ditulis oleh Amanda Amalia Putri. Lahir di Banyuwangi. Kini mengisi waktu luangnya dengan menulis puisi. Karya-karyanya telah dimuat di media cetak, media online, dan antologi.

About the Author

Ruang Bertukar Pikiran, Kenangan, dan Kegelisahan

Post a Comment