Pulang ke Titik Nol
Di dekat mata pengamat garis cakrawala berada di bawah pengawasanArah langkah memaknai kata pulang
Tetesan embun yang tertinggal di atas daun-daun hijau
Memasuki ritme pengulangan
Bunga abadi berganti menjadi sebutir pasir
Ratu dansa menutupi semua kesedihan dengan bernyanyi di malam sunyi bergema
Tetesan embun yang tertinggal di atas daun-daun hijau
Memasuki ritme pengulangan
Bunga abadi berganti menjadi sebutir pasir
Ratu dansa menutupi semua kesedihan dengan bernyanyi di malam sunyi bergema
Melayangkan pandangan di bawah sinar bulan purnama
Menyalakan api unggun di tengah hujan badai
Pesta kembang api telah usai disini
Lupa Cara Bernapas
Pikiran menari-nari teringat pesan siaran tadi malamLalu apa yang bisa diperbuat?
Selain menangis dan menunggu pagi yang mengaktifkan siklus kecemasan
Uang sering hilang secara misterius
Ternyata oh ternyata makan sampai habis di warung tenda
Lupa membaca doa saat membuka dompet
Huruf-hurufnya saling berdempetan
Rapat melekat, amburadul total
Sebenarnya hidup itu harus dibuat santai
Tidak perlu bertingkah aneh-aneh
Hidup apa adanya tanpa mengejar kemegahan duniawi
Baca juga beragam karya sastra di rubrik TETES EMBUN
Pergi Tanpa Izin
Menelan racun tikus demi menghindari hambatan kejiwaanMembaca rangkaian gerak tubuh sebelum ditiadakan
Cairan jernih tidak berwarna memenuhi mangkuk plastik
Menggoreskan benda runcing pada besi berkarat
Jerit tangis di bawah bayang-bayang sang maniak
Tertangkap dalam dekapan yang menyisakan trauma
Meski bersembunyi di tempat aman pasti akan ketahuan juga
Sungguh malang nasibku harus bergantung padanya
Baca juga beragam karya Amanda Amalia Putri
Ditulis oleh Amanda Amalia Putri. Lahir di Banyuwangi. Kini mengisi waktu luangnya dengan menulis puisi. Karya-karyanya telah dimuat di media cetak, media online, dan antologi.
