Pengajian Kelas Jadi Wadah Mahasiswa PAI UNIMMA Berbagi Ilmu

mahasiswa tidak hanya memahami konsep keagamaan secara teori, tetapi juga mampu mengamati bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan...
Suasana Pengajian Kelas | Deira Zahra Humanika

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) angkatan 2022 menggelar pengajian kelas di rumah salah satu mahasiswa di Dusun Sutan, Sumberejo, Mertoyudan, Magelang, Senin (15/12/2025). Sebanyak 19 mahasiswa hadir dengan antusias mengikuti kajian yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

Pengajian kelas merupakan kegiatan rutinan yang diadakan beberapa bulan sekali dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan mahasiswa, dan diikuti secara bersama-sama oleh mahasiswa PAI. Meskipun belum memiliki jadwal yang tetap, mahasiswa tetap berupaya menyelenggarakan pengajian kelas secara rutin sebagai bentuk komitmen dalam menuntut ilmu agama. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk saling berbagi ilmu.

Tujuan utama dari kegiatan tersebut yakni untuk menambah wawasan dan pemahaman tentang ajaran Islam melalui pembahasan materi-materi keagamaan yang relevan. Selain sebagai sarana berbagi pengetahuan, pengajian kelas juga berperan dalam mempererat ukhuwah islamiyah antar mahasiswa di tengah padatnya aktivitas semester akhir yang membuat mereka jarang bertemu.

Nikmati ragam pemikira para pakardi kolom HIBERNASI

Pengajian kelas kali ini mengangkat tema kematian yang disampaikan langsung oleh salah satu mahasiswa. Pemilihan tema tersebut dikaitkan dengan tradisi kematian yang sering dijumpai di tengah masyarakat. Secara tidak langsung materi yang dibahas memantik kesadaran dan pemahaman mahasiswa untuk memahami makna dan tuntunan Islam yang mendasari praktik tersebut.

Materi kajian disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, serta diperkuat dengan dalil-dalil yang bersumber dari Al-Qur’an. Seluruh mahasiswa yang hadir mengikuti kajian dengan khidmat, penuh kesungguhan, khusuk menyimak setiap penjelasan yang disampaikan, dan aktif mencatat poin-poin penting dari materi yang dibahas.

Nikmati tulisan di kolom SENGGANG

Pada kegiatan ini, disampaikan beberapa hal penting guna memberikan pemahaman mengenai tradisi kematian dalam Islam dan keterkaitannya dengan praktik di masyarakat. Pembahasan diawali dengan penjelasan tentang tradisi keagamaan yang dilakukan masyarakat saat ada keluarga yang meninggal dunia. 

Pertama, pembahasan mengenai pembacaan tahlil sebagai bentuk doa untuk almarhum yang telah menjadi kebiasaan di kalangan umat Islam. Kedua, penjelasan tentang rangkaian doa pada hari-hari tertentu seperti hari ketujuh, keempat puluh, dan keseratus sebagai wujud kirim doa dan penghormatan kepada yang telah berpulang. Ketiga, dasar hukum dari praktik-praktik tersebut dalam perspektif Islam, sehingga mahasiswa memahami tidak hanya tradisinya tetapi juga landasan syar’i-nya.

Nikmati beragam karya sastra di TETES EMBUN

Penjelasan ini memberikan pemahaman baru kepada mahasiswa mengenai praktik keagamaan yang berkembang di masyarakat beserta hikmah yang dapat diambil dari tradisi tersebut. Penyampaian materi juga disertai dengan menyelipkan contoh-contoh nyata yang terjadi di daerah masing-masing berkaitan dengan topik. Keterkaitan antara pengetahuan teoritis dengan realitas di lingkungan sekitar membantu mahasiswa dalam memahami isi kajian.

Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep-konsep keagamaan secara teori, tetapi juga dapat mengamati bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung dengan aktif. Beberapa mahasiswa mengajukan pertanyaan yang memicu diskusi lebih mendalam. Mereka saling memberikan tanggapan dengan berbagi sudut pandang yang beragam dan menyampaikan argumen yang memperluas pemahaman bersama. Ada pula mahasiswa yang turut berbagi pengalaman pribadi dan kisah inspiratif terkait tema kematian, sehingga diskusi semakin berbobot dan bermakna. 

Nikmati beragam artikel tentang perempuan, kesetaraan gender, dan feminisme di rubrik PUAN

Suasana kajian berlangsung dengan penuh semangat. Para mahasiswa terlihat antusias untuk memberikan pendapat serta mendengarkan sudut pandang teman-temannya. Interaksi ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga melatih kemampuan dalam berargumen dan berpikir kritis yang nantinya akan bermanfaat ketika mereka berperan sebagai pendidik agama Islam.

Suasana pengajian kelas berlangsung lancar dan berjalan dengan tertib dari awal hingga akhir. Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu mahasiswa dan harapan agar kegiatan pengajian ini dapat terus dilaksanakan secara rutin di masa mendatang sebagai wadah pembelajaran dan menjalin silaturahmi yang bermanfaat bagi mahasiswa PAI.

Bacajuga beragam tulisan di rubrik NOSTALGIA

Ditulis oleh Deira Zahra Humanika, atau lebih akrab disapa Zahra, tinggal di Sumberejo, Mertoyudan, Magelang. Saat ini sedang menjalani studi S1 Pendidikan Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Magelang.



About the Author

Ruang Bertukar Pikiran, Kenangan, dan Kegelisahan

Post a Comment