Blues Ciputat 2022 dan Garuda 2023 | Puisi-Puisi Ahmad Rizki

Blues Ciputat 2022 dan Garuda 2023 Puisi-Puisi Ahmad Rizki

Blues Ciputat 2022

Kulihat Republik Indonesia dari pinggir tembok-tembok plasa /
Kudengarkan kegigihan mahasiswa meramu masa depannya /
Kunikmati alunan macet nan sumpek /
O, kubayangkan kesemrawutan.
 
Aku bosan menjajaki gedung-gedung milik asing dan aseng itu /
Aku jijik menghayati spanduk kampanye yang bertengger di mana-mana /
Aku tak tega orang-orang bohongi saudara-saudaranya /
Aku harus berbuat apa?
 
Kulihat Republik Indonesia dari pinggir tembok-tembok plasa /
Aku lihat pemerintah mabuk senjakala /
Aku jenuh lihat muda-mudi yang asyik menikmati tubuh kekasihnya /
Aku resapi keramaian yang tak bernilai apa-apa /
O, kudengarkan omong kosong.
 
Kulihat Republik Indonesia dari pinggir tembok-tembok plasa /
Kubayangkan ibu kota di Kalimantan mengambang ke pinggiran laut Jawa /
Kudendangkan lagu-lagu putus asa /
Kudengarkan muda-mudi berteriak meminta ajalnya /
Kupermasalahkan dogma kebenaran yang belakangan nongol berlagak Tuhan /
Kuperhatikan orang-orang susah cari kerja,
Orang-orang terjebak hutang,
Orang-orang bertaruh dengan masa depan,
Orang-orang mencari jati dirinya.
 
Kulihat Republik Indonesia dari pinggir tembok-tembok plasa /
O, kulihat semuanya di muka berita.
 
Kulihat Republik Indonesia dari pinggir tembok-tembok plasa /
Kulihat budaya hanya sisa nama,
Kesenian sudah hilang maknanya,
Pendidikan hanya barang jualan,
Rumah sakit mementingkan laba,
Ceramah agama ribut isinya,
Buku-buku berdebu di lemari sejarah,
Dan keyakinan masa depan setitik pun tak ada /
O, kunikmati neraka dunia.
 
Kulihat Republik Indonesia dari pinggir tembok-tembok plasa /
Kunikmati irama politik tahun depan segera perang /
Kurasakan kejayaan setan-setan kehidupan menempel di wajah peradaban /
Kudengarkan teriak kelaparan /
Kulihat kesenjangan menganga semakin besar /
Kurasakan dingin kehidupan menyelimuti orang-orang /
O, apa yang akan kukatakan?
 
Aku jenuh mendengarkan ceramah kepentingan di sosial media /
Aku putus asa melihat muda-mudi naik-turun mental dan imannya /
Aku berprasangka hari kiamat tahun depan tiba /
O, aku tak tahu harus bagaimana?
 
Kulihat Republik Indonesia
dari pinggir tembok-tembok plasa /
Kudengarkan kegigihan mahasiswa
meramu masa depan /
Tapi apa yang harus aku lakukan?
 
2022
 

Garuda 2023

Berguguran bulu Garuda
di ujung sesak napas terakhirnya
--menggelinjang ia,
berdarah paruh dan kakinya--
gugurlah,
gugur bulu Garuda
di tengah tatapan mata murka.
 
Gugurlah bulu Garuda
sampai tiada tersisa
--yang menjelma luka
di tubuh dan hatinya--
berguguran bulu Garuda
di sela ketakutan akan ancaman pemberontakan,
dan kepasrahan bunuh diri.
 
Berdarahlah kulit-tubuh Garuda
--karena umur atau nasib buruknya--
dan guncanglah pertahanan imannya,
walaupun sebenarnya telah terkoyak harga dirinya.
 
O, Garuda tak lagi mengangkasa
tubuhnya cacat karena suatu apa
dan menderitalah ia sendiri -sepi
dan gelagatnya hampir mati.
 
Kuratapi seluruh tubuhnya,
kulirik-lirik nyali dan sejarahnya,
kulihat darah mengucur
ke serakan bulunya,
dan angin meneduhkan sungai,
dan pelan-pelan garuda berkata:
aku telah ditinggal sendiri
oleh apa yang sudah kuyakini,
oleh apa yang telah kupercayai.
 
2023

Puisi-puisi Ahmad Rizki lainnya:


Ditulis oleh Ahmad Rizki. Saat ini sibuk menggelandang, membersamai, dan menikmati hidup di sekitran Ciputat. Beberapa puisi omong kosongnya kebetulan termaktub di media daring dan cetak. Buku puisi yang terlanjur terbit, Sisa-Sisa Kesemrawutan (2021) &Sebuah Omong Kosong Cinta Masa Remaja (2022). Informasi lebih lanjut dapat ditilik melalui Instagram ah_rzkiii.

About the Author

Ruang Bertukar Pikiran, Kenangan, dan Kegelisahan

Post a Comment